Yayasan Padma Bhuana

Jln. Graha Wisata Gg I/2 Sidakarya
(0361) 726782, 7844104,7426261, 8016398
PadmaBhuana@yahoo.com
www.PadmaBhuana.com

 

Padma Bhuana Bali

Home
..................................................
Pengurus Pelaksana
..................................................
Heart light Meditation & Yoga
..................................................
Jenis yoga menurut Kitab Yoga Sutra
..................................................
Kegiatan rutin padma Bhuana
..................................................
Photos Galleries kegiatan
..................................................
Tempat Latihan Cahaya Hati
..................................................
Puisi Ungkapan Keluarga Bahagia
..................................................
Otonan & Bebayuhan Bersama
..................................................
Workshop
..................................................
Artikel
..................................................
info Perkebunan
(keep in Green)

..................................................
Cara Menghindar dari Bahaya Gempa dan Tsunami
..................................................
Tirta Yatra Pura Puncak Mangu

 


Tips Hidup Ceria & Bahagia

CHAPTER I
Tips-Tips Hidup Ceria, Bahagia, Tenteram dan  Damai Bersama Semesta

Sajian tips-tips hidup ceria, bahagia, tentram dan damai bersama semesta ini didapatkan dari beberapa sumber termasuk melalui catatan kenyataan kehidupan sehari-hari yang pada umumnya sesuai untuk diamalkan oleh segenap lapisan masyarakat. Bacalah berulang-ulang agar bisa lebih dipahami dan terekam dipikiran bawah sadar (subconscious). Atas berkat alam semesta kita mendapatkan hidup ceria, bahagia, tentram dan damai bersama Semesta. Selamat Membaca !

Pada umumnya manusia merasa jauh dari keceriaan. Mereka cenderung murung, bosan, hidup tidak bergairah, sedih, borring,  dendam, marah dan sebagainya akan berbagai masalah.  Kita cari dulu penyebab masalahnya, lalu kita perlu untuk memecahkan masalah itu dengan lebih mudah. Dalam hidup ini semua punya masalah kalau kita pandang itu memang sebagai masalah. Agar tidak merasa hal itu sebagai masalah maka yang perlu dicari adalah solusinya. Untuk bisa mencari solusi masalah itu yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu adalah diri kita. Kita mulai dari diri sendiri dulu. Tenangkan diri, ciptakan suasana ceria dan bahagia agar masalah tersebut bisa selesaikan dengan mudah. Maka yang kita perlukan disini bagaimana agar rasa mudah, ceria dan bahagia itu bisa kita rasakan dan tebarkan kepada lingkungan kita.  Bisakah ? Mustahilkah?. Ingat “bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil!“ Dengan kuasa penciptaan-Nya, Tuhan dapat mengubah semua keadaan seperti mengubah ulat yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah.

Mari kita lihat kenapa manusia susah ceria.
1. Idayah/Berkat untuk ceria secara alami tidak turun; Tuhan tidak memberi idayah, teringat dalam hati dan pikiran kita bahwa Tuhan yang menurunkan idayah, maka kita perlu mohon idayah agar diceriakan, dibahagiakan dan ditentramkan serta didamaikan dalam kehidupan ini.
2. Kita jahil; suka bikin masalah, bikin orang kesal. Kalau ingin bahagia kita harus bahagiakan orang lain dulu. Dia ingin ceria, berusaha menceriakan dirinya tapi tidak bisa menceriakan orang lain, tidak tahu jalan apa yang dilakukan agar saling ceria dan bahagia.
3. Tidak mau belajar, bergaul dan bagaimana hidup ceria; boleh dibilang sudah bodoh sombong lagi, banyak omong tapi kenyataannya/tindakannya tidak cocok dengan omongannya, tidak bisa ditiru orang banyak.
4. Malas / tidak ringan tangan/hati sedih; kebanyakan yang dilihatnya hal-hal yang sedih, dipikirkannya juga hal-hal yang tidak menyenangkan, serta pekerjaan yang dilakukan tidak disenangi atau yang dikerjakan tidak menyenangkan, melakukan sesuatu selalu keadaan terpaksa tapi kalau ada hasil minta paling dulu, tidak ikhlas. 
5. Banyak ilmu tapi tidak diamalkan; apa yang diucapkan menyimpang dengan apa yang dilakukannya, tidak satu hati, tak berdoa, tak bersyukur,

Mari kita cari kenapa manusia bisa bahagia, ceria, bergembira setiap saat, tenang, merasa dia tidak punya problema dalam hidupnya ? Ya, mari kita ikuti tips cara menceriakan diri kita. Ingat, hidup ini adalah berkah yang perlu disyukuri dan nikmati sebaik mungkin. Hiduplah berbahagia sekarang juga dan memohon agar kebahagian ini berlangsung sampai ke alam kematian. Kalau rasa bahagia itu timbul dalam hidup ini selamanya, mungkin itu yang disebut  mengalami “sorga”. Untuk itu, mulai edisi ini pembaca akan dapat menikmati tips hidup Ceria, Bahagia, Tenteram dan Damai Bersama Semesta.

Tips Cerita (Bagian I)

DAPAT IDAYAH/BERKAT DARI HYANG KUASA/TUHAN HIDUP CERIA, BAHAGIA, TENTRAM DAN DAMAI 

Idayah /Berkat untuk Ceria secara alami turun, Tuhan memberi idayah, teringat dalam hati dan pikiran kita bahwa Tuhan yang menurunkan idayah, maka kita perlu mohon idayah . Patuh perintah Tuhan/beribadah, ikuti ajaran Tuhan, jalankan dharma. Usahakan tindakan, perkataan, berpikir selalu melihat rambu-rambu yang berupa dharma. Perjalanan pribadi kita melalui kehidupan menyediakan bagi kita banyak pengalaman yang menjadi landasan iman dan kesaksian kita.
Dengan nama Tuhan Yang maha Esa  yang telah meletakkan setitis kasih dan cinta dalam hati ini dan kini telah membuahkan rindu yang tiada dua dapat kutahan geloranya jika tanpa sedikit ketenangan yang dikirimkan Tuhan buatku.

Buat Tuhan Yang Maha …
Saat aku tuliskan surat ini buat-Mu, betapa hatiku sentiasa sarat dengan rindu-Mu. Rindu yang mendambakan kasihku pada-Mu. Hatiku penuh dengan cinta-Mu dan tidak bisa dimasuki oleh kasih yang lain. Hanya kasih-Mu yang aku miliki, yang menceriakan kehidupanku walaupun kadang-kadang aku tersasar oleh kerana mabuk kerinduan.

TuhanKu…
Ingin aku katakan pada-Mu bahwa aku tidak menduakan kasih-Mu. Aku tidak menduakan cinta-Mu kerana hatiku telah diri-Mu miliki. Bagaimana aku bisa mengisinya dengan sesuatu yang lain sedangkan ia berada disamping-Mu. Janganlah diri-Mu sangsi dengan kesetiaanku, karena aku telah membina benteng yang tinggi  mungkin agar cinta-Mu yang kumiliki tidak terlepas keluar dari sempadan hati dan menghalang sebarang cinta dari luar untuk menerobosi jiwaku.

TuhanKu…
Cinta-Mu adalah antara yang terutama dalam seuntai cintaku. Pertama cinta Tuhan yang maha, kedua adalah cinta Lingkunganku  dan ketiga cinta keluargaku. Aku jamin ia tidak akan berubah arah sehingga Tuhan benar-benar menentukan dan menyatakan kehendaknya dalam kisah perjalanan cintaku ini. Namun aku sentiasa berdoa agar cinta dan kasih kita ini hayatnya berkepanjangan hingga dibawa bersama sewaktu menghadiri perjumpaan di hadapan Tuhan di hari kemudian.

KekasihKu ….
Tiadalah sebaik kata-kata yang mampu aku tuliskan dalam surat cintaku ini melainkan untuk menyatakan bahwa hingga kini hanya diri-Mu yang memiliki hatiku ini. Aku bahagia begini dan aku ingin terus begini bersama-Mu. Aku mohon pada Tuhan semoga Dia menerima permohonan ini. Hanya pada-Nyalah aku berharap.

Kekasih Tuhan….
Cinta dan rindumu menjadi teman paling setia dalam hidupku walau saat diri-mu berupa maya disisiku. "setiap dugaan yang datang satu persatu tempuhilah dengan ketenangan & keceriaan dalam diri..semakin banyak dugaan yang diterima berkat kesabaran hikmah kebahagian akan menanti...” Manusia adalah makhluk yang mampu untuk berbuat dosa yang menyebabkan terhambat hidup ceria, bahagia, tenteram dan damai di semesta ini.  Manusia yang telah melakukan dosa namun yang tidak mengakui, bersedia mengakuinya tapi takut dihukum, sementara yang positif agar tidak beban kita sebagai manusia lebih baik berpikir yang mengakui dosa-dosanya akan diampuni. Pertanyaan yang dapat muncul sehubungan dengan hal ini adalah: “Mengapa ada orang yang tidak mau mengakui dosanya?” 
Pertama, seseorang tidak mau mengakui dosanya karena tidak memahami makna dan manfaat pengakuan dosa. Seseorang yang tidak mau mengakui dosanya tidak memahami betapa indahnya suasana di balik pengakuan dosa. Sesungguhnya, seseorang yang mau mengakui dosanya tidak akan pernah rugi, sebaliknya akan beruntung. Tidak pernah ada kerugian yang diakibat-kan oleh pengakuan dosa dan tidak ada sisi negatif di balik pengakuan dosa. Sesungguhnya, pengakuan dosa bukan hanya efektif untuk menyelesaikan dosa yang telah diperbuat, tetapi juga efektif untuk mengantisipasi agar dosa berikutnya jangan terjadi. Sebaliknya, bila kita tidak mau mengakui dosa, maka kita akan menikmati kepahitan seumur hidup, bahkan kepahitan hidup yang kekal. Kedua, seseorang tidak mau mengakui dosanya karena ia tidak mengakui keberadaan dosa; tidak mengakui bahwa dosa adalah sesuatu yang nyata (sin in a reality). Saya pernah berbicara dengan orang yang tidak mengakui bahwa dosa merupakan suatu hal yang nyata. Di sela-sela pembicaraan kami itu, ia berkata demikian: “Apa yang kamu anggap sebagai dosa bukanlah suatu perbuatan yang harus disesali apalagi harus diakui untuk diampuni. Bagi saya, katanya, setiap perbuatan adalah suatu pilihan yang membawa si pelaku ke dalam suatu perubahan. Perubahan tersebut adalah akibat wajar (konsekuensi logis) dari perbuatan sebelumnya. Setiap aksi akan menimbulkan reaksi, tidak perlu dibesar-besarkan. Kalau (memang) seseorang melakukan kesalahan, maka ia akan menanggung akibat dari kesalahannya itu. Itu bukan hukuman, melainkan sebagai akibat (konsekuensi), demikian pula sebaliknya, bila ia berbuat benar. Salah dan benar di sini adalah menurut kebebasan individu, bukan menurut orang lain. Setiap orang bebas melakukan sesuatu dan setiap orang bebas juga menanggung akibat dari sesuatu tersebut. Itulah hak asasi dan itulah hidup. Oleh sebab itu, lanjutnya, kita tidak perlu melibatkan pihak lain, termasuk Tuhan didalam kesalahan itu. Jadi kalau saya berbuat salah, saya akan menanggung akibat dari kesalahan saya. Logis dan otomatis. Karena itu buat apa saya mengakui dosa kepada Tuhan. Saya juga akan menghadapi konsekuensinya, Orang tersebut tidak mau mengakui dosanya ka-rena merasa percuma mengakui dosa, karena toh ia akan juga mengalami ganjaran akibat perbuatannya itu.
Oleh sebab itu, lebih baik bagi kita untuk mengakui dosa kita secara tulus, sekaligus bersedia me-nerima konsekuensinya (ganjaran/akibat yang ditimbulkannya), ka-rena konsekuensi yang dialami oleh setiap orang yang mengakui dosa-nya bukan lagi untuk menghancur-kannya melainkan untuk ‘mendidik’ dan ‘menjaganya agar tetap hidup ceri, bahagia, tentram dan damai di Semesta.  Apakah kita akan mengalami konsekuensi atau tidak, lebih baik tulus hati mengakui dan ber-sedia menerima konsekuensi/ganjaran. Sebab pengakuan dosa yang murni/lengkap itu adalah kalau kita mau menerima ganjaran atau konsekuensinya, tulus, jantan istilahnya. Ada seorang yang berdoa begini, “Tuhan, kini saya sudah sadar bahwa semua hasil usaha dan bisnis saya ini saya peroleh bukan dengan menggunakan cara-cara yang baik. Usaha ini maju, saya banyak uang dan saya jadi orang kaya, sesungguhnya adalah akibat dari trik-trik ekonomi saya yang tidak baik. Saya sudah banyak menipu orang lain, termasuk teman-teman saya yang baik terhadap saya. Saya melakukan banyak korupsi dan kolusi, berbuat jahat, dan segala macam cara telah saya halalkan supaya perusahaan ini terbangun. Kini, saya sudah sadar oh Tuhan. Ampunilah saya ini oh Tuhan. Saya  tidak akan ulangi oh Tuhan. Saya mohon ampun oh Tuhan. Tetapi Tuhan, ….. jangan hukum saya dengan cara membuat perusahaan ini bangkrut. ”Beranikah kita dengan rendah hati ia berkata: “Tuhan benar apa yang dikatakan, aku orang berdosa. Buktinya adalah harta ini sebenarnya tidak pantas aku miliki, silakan ambil, saya siap menerima ganjarannya.”
Untuk itu, marilah kita belajar dari apa yang dikatakan merupakan contoh orang yang sportif. Ia berani berbuat, namun juga berani mengaku dan bertanggung jawab, demi untuk mendapatkan ketenangan dalam hidupnya untuk mendapatkan ceria, bahagia, tenteram dan damai di semesta ini yang merupakan dambaan setiap orang agar mendapatkannya secara alamiah dari idayah/berkat Tuhan itu sendiri.
Dalam perlombaan dalam menikmati hidup ini, setiap orang akan berlari untuk mencapai garis akhir, yaitu garis ceria, bahagia dan tenteram serta damai. Ketika kita sampai pada garis tersebut maka siapa pun kita akan diberikan Mahkota oleh Tuhan kita akan mendapatkan  kecerian, bahagiaan, ketenteraman dan kedamaian dalam hidup ini, untuk itulah semua manusia sedang berlomba dan mereka harus konsisten mengikuti semua peraturan yang telah disiapkan Tuhan. Disini paling tidak ada 5 jenis mahkota yang telah disediakan Tuhan untuk kita raih dengan cara yang benar. Kelima Mahkota itu adalah :
1. Mahkota Keabadian
2. Mahkota Kemegahan
3. Mahkota Kebenaran
4. Mahkota Kemuliaan
5. Mahkota Kehidupan ceria, bahagia, tenteram dan damai

Marilah kita berlomba dengan benar sehingga kita berpeluang untuk memakai Mahkota tersebut sebagai upah dari kemenangan menaklukkan diri pada kehendak Allah, hanya dengan pertolongan kuasa Roh Kudus kita dapat menang. Menyadari betapa pentingnya kita mendapatkan sorga kehidupan mulai saat ini, maka sering-seringlah mengunjungi atau menemui orang-orang yang kita anggap sebagai panutan yang mampu merangsang serta mendorong rasa ceria, bahagia, tenteram dan damai yang kita inginkan, seperti para master/pendeta/guru spiritual atau siapa saja yang kita percaya bahwa mereka memberikan jalan terbaik untuk bisa mempercepat tercapainya menuju garis mahkota yang kita cari dan beliau mengamalkan apa yang kita inginkan (Mentor/praktisi sejati) sehingga lebih mudah untuk memahami dan mengikuti cara-caranya yang positif.

PELATIHAN YOGA DAN MEDITASI (gratis)
Untuk menumbuhkan Rasa Damai, Ceria dan Bahagia
Ikuti Pelatihan Cahaya Hati Heart Light Meditasi & Yoga
Setiap Rabu Pukul 17.00 - selesai
Tempat : Jalan Tukad Badung XXIII/27 Renon, Denpasar
Telepon : (0361) 7426261, 08123914438, dan 087862490566

 

 

 




Manusia Berusaha menyempurnakan diri menuju hidup lebih baik pada kehidupan ini dan nanti.
Menuju kehidupan lebih baik adalah dambahan kita semua, Mari memilih lakukan yang terbaik buat diri sendiri, keluarga, teman dan se-isi semesta agar semua mahkluk hidup berdampingan dan berbahagia (N. Danny Sridana)

NEXT, Heart light Meditation & Yoga >>

Business motivation | Air Minum Kesehatan Nonmin | Bisnis related |

Sitemap